Trik Sukses Membuat Hurricane Swiss Roll

Trik Sukses Membuat Hurricane Swiss Roll

Trik Sukses Membuat Hurricane Swiss Roll.

Mungkin bisa dikatakan cake kekinian. Berseliwiran di jejaring sosial media dari beberapa minggu belakangan. Mungkin cake ini sudah lama ada, namun baru trend lagi beberapa minggu terakhir. Hurricane atau badai, sesuai dengan namanya tersebut, cake ini dibuat sedemikian rupa dengan motif seperti badai. Saya tidak tahu pasti siapa yang memberikan nama tersebut. Mungkin nama cake tersebut tercipta berdasarkan bentuk motif yang terlihat.

Tidak sekali dua kali saya gagal dalam membuat cake yang satu ini. Saya tidak cukup puas dengan apa yang telah saya dapatkan dari kegagalan tersebut, sampai akhirnya saya melakukan eksperimen lebih dari 15 kali. Bukannya saya tidak mau belajar dari pengalaman orang lain. Namun tidak ada salahnya jika saya mempunyai pengalaman sendiri dalam menciptakan resepnya. Tekadnya, saya harus bisa menciptakan resep sendiri, dan memiliki cerita sendiri dibalik pembuatan cake ini. Mungkin bisa saja saya membuat resep dari orang lain lalu membuatkannya video. Namun saya merasa tidak akan ada pengalaman jika saya hanya membuat resep dari orang lain. Bagaimana jika ada teman-teman yang bertanya terkait kendala yang mereka hadapi saat membuat cake tersebut? Apa yang harus saya jawab, kalo saya sendiri saja tidak punya pengalaman dalam membuatnya.

Banyak hal yang saya temukan selama melakukan eksperimen, saya tidak putus asa dan tidak menyerah ketika berkali-kali mengalami kegagalan. Semakin gagal, maka semakin semangat saya mengulangnya. Tidak terhitung berapa bahan-bahan yang habis selama melakukan eksperimen ini. Eksperimen pertama gagal total dari segi bahan, tekstur dan motif yang tidak terlihat sama sekali. Eksperimen kedua saya sudah mendapatkan takaran bahan yang pas, namun untuk tekstur dan penampakan motif masih saja belum sesuai harapan. Eksperimen selanjutnya hingga eksperimen ke-13 saya hanya fokus dalam memastikan tingkat konsistensi adonan, tingkat kematangan supaya bisa menghasilkan cake yang bisa terlepas dari kulitnya, belum lagi saat itu oven saya mengalami masalah panas yang tidak merata, dan juga fokus pada waktu pemanggangan. Fokus pada beberapa hal tersebuat membuat saya tidak memperhatikan hal yang sebenarnya penting dalam membuat cake ini yaitu pada proses penarikan garis dan media yang saya gunakan untuk menarik garis tersebut.

Pada eksperimen ke-14, saya baru menyadari bahwa penarikan garis dan media yang digunakan untuk penarikan garis tersebut lah yang sangat penting untuk diperhatikan, dan saya baru menyadari bahwa penarikan garis yang dilakukan secara vertikal dan horizontal, akan terlihat bentuk badainya pada penarikan horizontal. Maksudnya begini, jika penarikan awal saya lakukan secara vertikal, lalu secara horizontal, maka untuk menggulung cakenya harus searah dengan penarikan vertikal, karena motifnya akan terlihat pada penarikan horizontal (penarikan garis berlawanan arah, atau penarikan garis arah kedua). Begitu juga sebaliknya, jika awalnya saya menarik garis secara horizontal lalu secara vertikal, maka motifnya itu akan ada pada penarikan garis vertikal.

Selain itu, saya baru menyadari, tingkat ketebalan media yang digunakan untuk menarik garis sangat berpengaruh terhadap seberapa bagus motif badai yang terbentuk. Dari awal hingga eksperimen ke-13 saya tidak menyadari hal ini, karena itulah saya tidak mendapatkan motif badai yang saya harapkan. Saat itu saya menggunakan bagian tipis dari gagang sendok untuk menarik garisnya, hingga saya sadari seharunya menggunakan media yang tebal, atau bisa juga menggunakan bagian tebal dari gagang sendok. Saya sempat membuat video resep cake ini sebanyak 3 kali yang telah saya publish yaitu Hurricane Swiss Roll Varian Taro, Matcha, dan Chocolate. Pada resep tersebut motif badainya sudah terlihat bagus namun masih belum sesuai dengan apa yang saya harapkan sebenarnya. Saya mengharapkan motif badainya menyentuh dasar bagian putih cake tersebut. Saya kembali melakukan eksperimen setelah membuat 3 video resep yang saya sebutkan tadi. Sampai saya lupa menghitung sudah berapa kali tepatnya saya melakukan eksperimen, yang benar-benar saya hitung hingga 14 kali, dan kurang lebih 5 kali setelah membuat video tutorial. Disela itu saya mencoba iseng melakukan penarikan garis hanya satu arah saja, hanya penarikan garis secara horizontal saja, dan hasilnya motif badainya tetap keluar namun kurang rapi saja. Jadi sebenarnya penarikan garisnya bisa saja dilakukan satu arah, secara vertikal saja atau secara horizontal saja, namun yang harus diingat saat menggulungnya kita harus tau dimana letak penarikan garis yang telah kita lakukan. Karena garis tersebut akan menjadi bagian motif badainya.

Dari pengalaman yang telah saya lewati, saya dapat mengambil kesimpulan. Jika kamu ingin berhasil membuat cake ini tanpa harus melakukan eksperimen berulang kali seperti yang saya lakukan, ada baiknya untuk menyimak dan mengikuti trik-trik berikut ini:

  1. Jika kamu menggunakan bahan-bahan dari resep yang saya publish, gunakan takaran bahan secara benar, jangan mengurangi atau menambahkan bahannya.
  2. Panaskan oven minimal 30 menit sebelum memanggang cake, saya sendiri memanaskan oven 45 menit sebelum memanggang, untuk mendapatkan suhu oven yang stabil saat memanggang.
  3. Gunakan takaran yang sama dengan yang saya lakukan. Jika saya membagi adonan kuning telur untuk bagian berwarna sebanyak 130 gram, maka usahakan menakarnya dengan takaran yang sama. Jika kamu membaginya dengan cara mengira-ngira, kamu harus bisa menentukan bahwa bagian adonan yang berwarna tidak terlalu encer atau tidak terlalu kental. Jika adonan berwarna terlalu encer akan membuatnya menyatu dengan adonan putih di dalam loyang. Jika adonannya terlalu kental, maka akan berpengaruh ke bentuk motif badainya. Motifnya tidak akan terlihat tajam, bisa jadi hanya samar-samar.
  4. Kocok putih telur hanya sampai soft peaks (puncak lembut), tidak perlu sampai kaku (stiff peaks). Jika putih telur dikocok sampai kaku, akan membuat adonan berwarna dan adonan kuning menjadi kental. Jika putih telur dikocok hanya  sampai soft peaks, adonan berwarna dan adonan kuning akan mudah tercampur rata, dan tidak perlu mengaduknya terlalu lama.
  5. Agar hasilnya rapi, masukkan adonan berwarna ke dalam piping bag sebelum dituang di atas adonan kuning. Jika tidak, sebaiknya tuang adonan berwarna secara perlahan agar adonan tersebut tidak masuk ke dalam adonan kuning.
  6. Gunakan gagang sendok atau gagang pisau bagian tebal atau bagian lebar. Jika kamu gunakan bagian tipis gagang pisau atau sendok, maka motif badainya tidak akan terbentuk sempurna. Untuk penggunaan gagang sendok atau gagang pisau bagian lebar dan untuk melihat bagaimana hasilnya bisa kamu lihat disini.
  7. Kamu bisa menarik garis hanya searah, secara vertikal saja atau secara horizontal saja. Namun hal penting yang harus kamu ingat adalah, kamu harus mengingatnya sendiri bahwa arah penarikan garis tadi itu yang akan menjadi motif badainya. Untuk resep yang menggunakan tekhnik penarikan garis searah, bisa kamu lihat disini.
  8. Selain searah saja, kamu juga bisa menarik garis secara dua arah yaitu vertikal dan horizontal. Saya sarankan agar kamu menandai loyang yang kamu gunakan, seperti yang saya lakukan. Saya selalu menempatkan bagian yang saya tandai di sebelah kanan. Lalu saya mulai menarik garis pertama secara vertikal, lalu dilanjutkan secara horizontal. Ketika dimasukkan ke dalam oven saya juga menempatkan bagian yang bertanda di sebelah kanan. Begitu cake matang saya juga menempatkan bagian bertanda tersebut disebelah kanan. Cake saya keluarkan dari dalam loyang, beri selai, lalu saya gulung searah dengan tarikan vertikal.
  9. Jika kamu ingin hasil cake yang tanpa kulit, saya sarankan untuk memanggangnya hanya api atas dan bawah dari awal, jika kamu panggang menggunakan api atas saja pada menit-menit terakhir, maka kulit cakenya tidak akan bisa lepas. Panggang pada suhu 170℃ pada 10 menit pertama pemanggangan, lalu panggang pada suhu 150℃ selama 25 menit (total waktu pemanggangan 35 menit). Atau kamu juga bisa memanggang pada suhu 170℃ pada 10 menit pertama, dan pada suhu 160℃ selama 20 menit terakhir (total waktu pemanggangan 30 menit). Hal ini juga tergantung kepada kondisi oven masing-masing, karena setiap oven memiliki kemampuan memanggang yang berbeda yang disebabkan beberapa faktor seperti beda daya beda pula kemampuan oven dalam memanggang. Oleh karena itu kamu harus bisa menyesuaikan hal ini. Lalu untuk cara mengelupaskan kulit, kamu bisa langsung gulung selagi panas, nantinya kulit cake akan lengket pada alas atau kertas baking yang digunakan untuk menggulungnya. Buang bagian kulit yang lengket pada baking paper, lalu padatkan cake menggunakan scrapper. Setelah padat bisa didiamkan pada suhu ruangan saja, atau menyimpannya di dalam lemari pendingin.
  10. Untuk isian, kamu bisa menggunakan selai atau butterr cream. Saya pribadi lebih suka menggunakan selai, karena bisa langsung diaplikasikan selagi panas dan langsung bisa digulung. Dari beberapa sumber yang saya baca, jika ingin menggunakan butter cream sebagai isian maka cake harus digulung selagi panas, biarkan hingga dingin lalu membuka gulungannya baru mengoleskan butter cream, tekahir gulung kembali dan padatkan. Hal ini tidak saya sarankan untuk cake yang dasarnya tebal, karena meskipun sudah hati-hati pada saat cake dibuka dari gulungan seringnya cake tersebut patah, tentu saja tidak akan menarik dari segi penampilan. Alternatif lainnya adalah, tetap olesi butter cream selagi cake masih panas, dan menggulungnya seketika, padatkan dan biarkan dingin pada suhu ruangan, lalu simpan ke dalam lemari pendingin minimal 2 jam sebelum dipotong agar butter cream yang tadinya meleleh saat digulung panas bisa kembali mengeras. Saya sudah coba cara ini, meski sebenarnya saya tidak suka menggunakan butter cream pada bolu gulung.

Itulah trik-trik agar kamu sukses meng-eksekusi resep yang satu ini. Pakai resep yang sama, ikuti triknya, insyaAllah kamu akan sukses membuatnya meski beru pertama kali membuatnya.

Oooya, untuk varian ke-6 bisa kamu lihat disini.

Silahkan bagikan (share) artikel ini agar bisa bermanfaat bagi orang lain 😉

6 Responses to Trik Sukses Membuat Hurricane Swiss Roll

  1. rina September 3, 2018 at 10:11 pm #

    mbk amel terimah kasih yH trik ny..hurricane ku mayan berhasil.

    • Amel September 14, 2018 at 5:32 am #

      Iya, sama-sama mba Rina

  2. Anita December 2, 2018 at 12:37 am #

    Hasil eksperimen pertama hasilnya lumayan,
    Lumayan amburadul karena banyak sok taunya 😁😁 main kira” dan buru” pengen tau hasil akhirnya
    Tp masih ttp penasaran pengen nyoba lg
    Thanks ya mbak Amel untuk resep dan trik suksesnya

    • Amel December 9, 2018 at 12:26 pm #

      Sama-sama sist 😉

  3. ari February 16, 2019 at 6:23 pm #

    Mmba amel… aku sdh trial.. gagal..
    Knp adonan sangan encer yaa… krn telur kuning nga di mixer atau gmn mba? Jd cake nya kaya bantet dan dmakan nga lembut.. mohon pencerahannya mba… trimakasih

    • Amel February 17, 2019 at 12:11 pm #

      Tidak ada masalah pad kuning telur seharusnya.
      Klo hasilnya encer itu pengocokan putih telur yg kurang sempurna.

Leave a Reply

Show Buttons
Hide Buttons
error: Content is protected !!